Monday, May 18, 2009

10 hal yang membuat wanita mood bercinta!



“Aku lagi ndak mood neh”, ucapan yang jelas tak ingin Anda dengar dari pasangan saat mengajaknya bercinta. Banyak pria mengeluhkan pasangan mereka yang sering menolak saat diajak berhubungan seks. Cobalah untuk mengerti pasangan anda, dan tak ada salahnya mengetahui kapankah pasangan anda mengalami masa ‘horniest’.

1. Setelah Pertengkaran

Konsep make-up sex bukanlah sebuah mitos. Berdebat sengit dengan kekasih kadang membuat Anda sangat marah membuat darah Anda naik, detak jantung berdetak cepat. Dan saat Anda berdua telah melepaskan semua beban yang mengganjal dada Anda, tak ada hal yang lebih baik selain meredakan amarah dengan merangkulnya, menciuminya penuh gairah dan biarkan emosi Anda yang do the rest. Mungkin kelakukan Anda membuatnya tak nyaman bahkan membuatnya menangis, it’s ok. Beri dia waktu menenangkan diri, hapus air matanya dan bercintalah dengannya.

2. Suasana Bahagia

Seperti halnya kemarahan dan kesedihan, kebahagiaan yang berlebihan juga membuat wanita merasa ‘mood’ untuk bercinta. Saat pasangan mendapat pekerjaan baru, dapat promosi di kantornya, lulus dengan predikat terbaik, mengetahui bakal mendapat momongan, apapun bentuk kebahagiaan tersebut, wanita memiliki gairah dan semangat positif yang berlebihan. So kenapa tak mencoba menggunakan gairah tersebut untuk mengajaknya bercinta.

3. Stress

Stress. Memang bukan hal biasa untuk bercinta, stress selalu dianggap meningkatkan tekanan emosi sampai ke tingkat extrem. Disisi lain stres akan meningkatkan libido wanita. Tak ada salahnya anda mencoba memberikan kehangatan untuk meredakan keteganganya yang dialaminya dan memanfaatkan naiknya intensitas libidonya. Seks juga meredakan sakit kepala yang dialami pasangan karena stress yang dideritanya.

4. Cemburu

Wanita selalu merasa terbakar jika mendengar kekasihnya bermain dengan wanita lain. Satu hal yang sering hinggap di benak pasangan anda adalah: dia selalu berpikir jika Anda adalah miliknya, bukan milik wanita lain. Jadikan apa yang ada dalam benaknya menjadi sebuah keyakinan jika memang Anda adalah miliknya. Jangan membuatnya bingung dan sakit, manfaatkan moment kecemburuan ini dengan melakukan hubungan cinta yang dasyat dengannya.

5. Saat ovulasi

Wanita sangat mudah horny saat berovulasi. So, kira-kira dua minggu dari datang bulan terakhirnya adalah saat yang tepat mengajaknya bercinta. Tapi bukan hal yang mudah jika pasangan anda termasuk dalam kategori datang bulan tak teratur.

6. Pesta

Wanita cenderung mudah horny dalam sebuah situasi romantis. Tak ada salahnya mengajaknya berdansa dengan musik-musik lembut, menuangkannya sedikit minuman memabukkan, dan mulai mencumbunya dengan penuh kelembutan. Dan biarkan dia mencair dalam pelukan anda.

7. Film sexy-romatis

Tak semua wanita menyukai fil=film panas, namun film-film dengan adegan seks yang dibintangi Brad Pitt atau Antonio Banderas bisa membuat mereka bergairah. So tak ada salahnya menyewa film romatis favorit mereka dan jangan pernah lewatkan malam-malam romantis dengan pasangan Anda.

8. Long-distance love

Cinta jarak jauh memiliki potensi besar untuk meningkatkan gairah kehidupan seksual Anda. Berpisah dengan pasangan beberapa hari atau bahkan beberapa minggu membuat Anda dan pasangan saling merindukan satu sama lain. Jarak hanya menghubungkan Anda via komunikasi telepon, so saat Anda dan pasangan bertemu luapan dan gairah cinta yang selama ini Anda pendam akan meledak dan bukan tak mungkin Anda akan mengalami percintaan yang benar-benar luar biasa.

9. Lama menyendiri

Semakin lama wanita tak melakukan seks, semakin menumpuk gairah seksualnya. So jika anda menjalin hubungan dengan wanita yang telah lama hidup sendiri bisa dipastikan andalah yang akan menjadi oase dari kehausan seks nya selama ini.

10. Kreatif

Jika pasangan Anda adalah pribadi yang kreatif, misalnya senang berkreasi di dapur, coba gunakan kesempatan ini untuk merayunya dan melakukan seks yang berbeda dari seks rutin anda. So lain waktu, saat dia sedang menyiapkan makan malam, menyelinaplah ke dapur dan cobalah sedikit ‘pre-dinner sex’.











Sunday, May 10, 2009

penyakit sex

Kecanduan seks dapat diartikan sebagai tingkah laku akibat dorongan seksual yang luar biasa intens atau terobsesi akan seks. Pikiran orang yang bersangkutan didominasi oleh seks sehingga pekerjaan atau kehidupan kehidupan sosial dan hubungan cintanya terganggu. Bagi Pria hal ini dapat mendatangkan ‘malapetaka’ bagi dirinya sendiri, apalagi bila tidak disertai pikiran yang dewasa. Masalahnya pecandu seks umumnya merasa tidak ada yang salah dengan dirinya. Kebanyakan dari Pecandu seks akan menyangkal jika ada yang mengatakan dirinya bermasalah. Alasan yang ‘pintar’pun kerap terucap dari pecandu seks, jika pada mereka ditanyakan alasan mengapa baginya seks adalah segalanya. Ada beberapa gejala yang mungkin bisa dijadikan penanda jika seseorang mengalami kecanduan terhadap seks. Gejala tersebut bisa berupa:

* Masturbasi berlebihan.
* Menjalin hubungan dengan banyak pasangan.

* Terobsesi dengan materi pornografi.
* Melakukan seks lewat telepon atau komputer (cybersex) secara intensif.
* Terlibat mendalam dengan prostitusi.
* Suka pamer genital (exhibitionism).
* Suka mengintip orang berhubungan seks.
* Suka melakukan pelecehan seksual.
* Pemerkosaan atau kekerasan seksual lainnya.
* Pedophilia.

Bedanya pecandu seks dan penikmat seks, pecandu seringkali tidak peduli jika dirinya dalam bahaya saat ingin melakukan aksi seksualnya. Penikmat seks masih bisa berpikir ‘lurus’ dan mundur jika aksi seksualnya akan mendatangkan bahaya atau malu, baik pada dirinya ataupun pada pasangannya. Sedangkan pecandu akan jalan terus dan tidak peduli dengan konsekuensinya. Seringkali pecandu merasa malu atau bersalah setelah melakukan aksinya, tapi tetap saja ia tak bisa mengontrol hasratnya. Umumnya mereka tidak mendapatkan kepuasan berarti dari aksinya, hanya kesenangan sesaat seperti jika orang kecanduan narkoba sedang high. Banyak orang yang berpikir kecanduan seks seharusnya lebih mudah untuk berhenti dibandingkan kecanduan narkoba, alkohol atau merokok, sebab tidak melibatkan zat kimia pecandu. Dalam kecanduan seks, dan juga kecanduan judi, kita memang tidak memasukkan zat kimia dalam tubuh. Sebenarnya zat kimia yang membuat kita kecanduan diproduksi oleh otak kita, dengan konsumsi bahan kimia dari luar maupun tidak, kata Dr Patrick Carnes, direktur bagian penyimpangan seksual di Meadows Treatment Center, Arizona, AS. Mengobati kecanduan seks, seperti kecanduan lainnya, sangat tergantung dari orang bersangkutan. Jika ia bisa menyadari bahwa perbuatannya salah dan ada kemauan untuk mengubahnya, pengobatan menjadi lebih mudah. Proses pengobatan bisa berupa serangkaian terapi mengenai kesehatan seksual, hubungan cinta yang sehat, pernikahan, atau mengikuti program support group. Terkadang obat-obatan tertentu, seperti Prozac atau Anafranil, diperlukan untuk menahan dorongan seksual yang berlebihan.